Fresh Look - Popular Desember 2009 // Violetta Brown











Profile :
VIOLETTA BROWN "Coklat Beraroma Sensual"

Siapa bilang wanita berkulit sawo matang tidak memiliki sex appeal? Model pilihan POPULAR kali ini membuktikan ‘hitam manis’ adalah sebuah pesona yang langka!
Rambut hitam panjang terurai, tatapan mata yang tegas, dan kulit sawo matang yang bersinar. Ah, tampaknya pesona yang langka ini hanya milik Violetta Brown. Ya, di tengah serbuan model-model berkulit putih, Letta—begitu dia biasa dipanggil—memiliki kelas tersendiri dalam kategori seksi. “Menurutku wanita berkulit hitam itu terlihat seksi. Apalagi kalau tubuhnya basah,” ujarnya pelan.

Jika kebanyakan wanita melakukan berbagai cara agar kulitnya tampak lebih putih, tidak sebaliknya dengan Letta. Dia justru rajin berjemur di pantai agar kulitnya terlihat lebih coklat. Tentu saja kulit yang terlihat lebih gelap ini tidak memudarkan pesona eksotisnya. “Aku kalau ke Bali pasti selalu berjemur sampai kulit terlihat gelap. Kalau tidak begitu, seperti tidak pernah ke Bali,” ucapnya diplomatis.

Dari sekian banyak pantai yang ada di belahan dunia, dia memilih pantai di sekitar Pulau Batam sebagai tempat favorit untuk berjemur. “Kebetulan orang tua aku tinggal di sana. Jadi setiap hari pasti selalu berjemur. Apalagi pantai di sana sangat private karena terhalang oleh beberapa pulau.” Apakah berarti Letta bisa berjemur tanpa selehai benang? “Aku bukan nudist, jadi cukup berbikini saja," tandasnya.

Drunk and Sex
Saat ini, Letta mengaku sedang menjauhi aktivitasnya di kehidupan malam. Padahal, dia mengaku sebelumnya adalah seorang partygoer yang ugal-ugalan, mabuk sampai tidak sadarkan diri. “Aku pernah mengorbankan janji untuk datang ke acara pernikahan anggota keluargaku karena terlalu mabuk saat clubbing sampai tidak tahu berada di mana dan bangun kesiangan. Pengalaman ini membuat aku drop, sampai malas clubbing. Pokoknya, aku nggak mau mengulanginya lagi,” sesalnya.

Minuman keras tidak hanya membuatnya dikucilkan keluarga, tetapi Letta mengaku gara-gara terlalu mabuk dia juga harus rela kehilangan yang selama ini ia jaga. “Biasanya aku kalo clubbing itu selalu ditemani. Tapi karena temanku lengah, ketika mabuk aku kebablasan sama pacar.” Menyesal? “Tentu saja. Aku merasa dimanfaatkan sama pacarku itu, padahal selama ini aku selalu menghindar jika diajak ML,” papar mahasiswi akademi farmasi di Jakarta ini sambil menggigit bibir bawahnya seolah ‘gemas’ dengan peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu tersebut.

Ironisnya, setelah itu justru sang pacar malah menikahi wanita lain. “Aku merasa dicampakkan sampai-sampai merasa depresi. Tapi sudahlah, yang jelas pengalaman itu membuat aku lebih berhati-hati. Lagipula kami sekarang masih berhubungan kok.” Apakah ini pertanda CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali)? “Kami cuma sebagai teman baik saja, tidak lebih,” tampiknya sambil menyibakkan rambut indahnya.

One Night Stand
Dari pengalaman pertamanya yang terkesan 'dipaksakan', justru kini Letta mengaku mahir melakukannya. Meski enggan menyebut detil gaya favorit, kemahirannya dalam bercinta dipelajarinya secara otodidak. “Aku dulu memang takut dan cenderung menghindar, tapi kalau sekarang sih jago,” tuturnya sambil tersipu.

Nah, meski terbuka mengenai hasrat seksnya, Letta tidak begitu saja mempersembahkan tubuh moleknya ke sembarang pria. Terutama pria-pria bule yang dinilainya hanya mengejar seks belaka. "Bule itu terlalu open untuk urusan free sex. Aku nggak mau terlalu dieksploitasi secara seksual oleh cowok.” Namun dia memberi pengecualian, “Kalau bulenya lajang dan muda sih nggak apa-apa. Yang jelas jangan sampai one night stand, biasanya itu dilakukan tanpa dasar cinta,” pungkasnya.

Dalam suatu hubungan menurut Letta urusan cinta-cintaan adalah poin utamanya. Bahkan, untuk soal fisik dia kesampingkan. “Asal tidak cacat mental dan cacat fisik, cowok baik hati adalah sosok yang kucari. Untuk saat ini materi juga bukan prioritas aku. Aku masih pakai hati tidak melihat materi,” serunya menutup perbincangan hangat hari itu. So.., anyone out there?